Q.E.D.

Quod Erat Demonstrandum

MANFAAT BLOG FOR TEACHER Maret 6, 2008

Filed under: pengetahuan — khien29 @ 7:41 am

images.jpgBlog menjadi fenomena belakangan ini, apalagi after seminar “Blogging, Journalism, and Credibility: Battleground and Common Grounddi Universitas Harvard, AS, pada Januari 2006. Dimana persaingan bloggers dan journalists sempat mengemuka, because mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan dapat dilakukan lewat blog, sehingga tak jarang para jurnalis dari mainstream publication merasa tersaingi. Why? cause, mereka kehilangan monopoli dan kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih apa yang cocok dan disukai publik, kata Eason Jordan, senior editor dan jurnalis dari CNN Network.

kiranya seorang guru perlu nge-blog, kenapa? Karena blog adalah media yang paling OK disamping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri.

  1. Bisa menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang sehingga kita juga belajar memahami berbagai karakter orang dan sudut pandang seseorang menyikapi masalah.
  2. Menguji kualitas tulisan-tulisan. Posting sebuah tulisan di blog. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka sukses jadi penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti harus belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya, aktivitas blogging bisa menjadi sarana yang sangat jitu untuk mengevaluasi kualitas dan kemampuan.
  3. Bisa menjadi ajang sosialisasi dan menyusun kekuatan opini apalagi dengan teknologi sindikasi berita, link dan mesin pencari sekarang.

Pada pernyataan kesatu dan terakhir saya memberi perhatian lebih karena ketika saya bertemu Torey Hayden (penulis novel Sheila) di Jakarta 9 September 2004 yang lalu, saya berpikir keras kenapa guru-guru di Indonesia tidak bisa mengikuti jejaknya? Saya pikir pasti bisa dan pasti akan banyak penulis-penulis yang memang berasal dari guru. Ternyata guru perlu media yang bisa menjadi ruang berkreasinya.

Pada pernyataan kesatu dan terakhir saya memberi perhatian lebih karena ketika saya bertemu Torey Hayden (penulis novel Sheila) di Jakarta 9 September 2004 yang lalu, saya berpikir keras kenapa guru-guru di Indonesia tidak bisa mengikuti jejaknya? Saya pikir pasti bisa dan pasti akan banyak penulis-penulis yang memang berasal dari guru. Ternyata guru perlu media yang bisa menjadi ruang berkreasinya.

Muhamad Ikhsan

http://teknologipendidikan.wordpress.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s